Nada Jakarta
Ini berbeda. Melodinya tak sama. Ini hanya pandangan sempit ku dari salah satu titik di ibu kota. Jangan terlalu percaya kecuali kamu datang sendiri menghampirinya. Waktu yang berjalan seolah terus mempercepat langkah. Layaknya seorang bocah kecil dikejar anjing. Perumpamaan yang mungkin terdengar tak memiliki korelasi, tapi begitulah adanya. Pukul enam sore terlihat seperti pukul dua. Sangat cerah dan terkadang panas. Alam seperti menolak ajakan sang waktu untuk berlalu. Mereka berjalan terpisah. Aneh.
Pukul lima sore di sisi yang lain mungkin semua orang telah mengunci pintu rumahnya dengan rapat. Sedangkan aku masih setia menatap senja dengan lekat. Sungguh lantai delapan belas adalah spot yang menakjubkan. Guratan ungu, merah muda, ataupun jingga sangat jelas dalam pandangan. Tentu saja kau juga dapat menyaksikannya melalui jendela di kota kita tetapi ini berbeda. Sudah kukatakan sebelumnya bahwa ada sesuatu yang membuat keduanya tidaklah sama. Apakah itu karena waktu dan langit yang tak selaras atau aku telah berhasil membiarkan beban lama jadi terbebas. Setidaknya perbedaan yang ada bukanlah sesuatu yang menakutkan. Ini berbeda tetapi tak seburuk yang kukira.
Komentar
Posting Komentar